Pasang Iklan Gratis

José Mourinho temukan posisi terbaik Arda Güler, Yan Diomande terancam

  Perdebatan mengenai posisi terbaik Arda Güler di Real Madrid tampaknya mulai mendapatkan jawaban dari José Mourinho.

Sejak awal musim, banyak yang memperkirakan Güler akan mendapatkan peran lebih sentral di lini tengah. Pemain internasional Turki itu memang memiliki kemampuan sebagai playmaker, terutama dalam menciptakan peluang.

Mourinho sebelumnya bahkan sempat mengungkapkan keinginannya mengubah Güler menjadi gelandang dengan karakter seperti Luka Modric. Ada pula perbandingan dengan Andrea Pirlo ketika Güler dimainkan lebih dalam sebagai pengatur serangan.

Namun, dua pertandingan awal Mourinho justru memberikan gambaran berbeda.

Güler Bersinar dari Sayap Kanan

Melansir The Real Champs, Mourinho menempatkan Güler di sisi kanan dalam dua pertandingan pertama musim ini. Keputusan tersebut membuat Yan Diomande harus rela memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Menariknya, Güler bukan dimainkan sebagai winger konvensional. Pemain berkaki kiri itu lebih sering bergerak ke dalam dan mengambil posisi seperti seorang playmaker. 

Perannya mengingatkan pada cara Isco beroperasi sebagai pemain sayap yang masuk ke area tengah untuk menciptakan peluang. Ini menjadi solusi yang cukup ideal untuk karakter Güler.

Sebagai winger murni, Güler memang tidak memiliki kecepatan, ledakan akselerasi, maupun kekuatan fisik yang menjadi tuntutan utama dalam sistem Madrid. Tetapi ketika diberikan kebebasan untuk bergerak ke area tengah, kualitas teknisnya justru semakin terlihat.

Dalam dua pertandingan pertama, Güler sudah mencatatkan 12 umpan kunci. Angka tersebut menunjukkan betapa besar pengaruhnya dalam membangun serangan. 

Ia tidak harus terus-menerus menggiring bola atau melakukan penetrasi dari sisi lapangan. Güler cukup pintar mencari ruang di sepertiga akhir dan kemudian memanfaatkan kualitas umpannya.

Kombinasi dengan Mbappé dan Bellingham

Peran tersebut juga memberikan keuntungan bagi lini depan Madrid. Ketika Güler bergerak dari kanan ke tengah, ia dapat menciptakan koneksi dengan Kylian Mbappé maupun Jude Bellingham. Madrid pun memiliki tambahan pemain kreatif di area yang lebih berbahaya.

Bellingham sendiri semakin nyaman menjalankan peran nomor 10 modern di belakang Mbappé. Karena itu, menempatkan Güler sebagai playmaker yang lebih dalam berpotensi membuat struktur Madrid terlalu bertumpuk di tengah.

Peran dari sisi kanan membuat Güler tetap mendapatkan ruang untuk berkreasi tanpa mengorbankan posisi Bellingham.

Yan Diomande Mulai Terancam

Dampak paling jelas dari perubahan ini dirasakan Yan Diomande. Pemain yang didatangkan dengan biaya €140 juta tersebut diproyeksikan sebagai salah satu investasi besar Madrid untuk masa depan. Bahkan, potensinya disebut sangat tinggi.

Namun, dalam dua pertandingan pertama Mourinho, Güler justru mendapatkan kepercayaan sebagai starter di posisi kanan.

Situasi ini belum berarti Diomande kehilangan tempat secara permanen. Musim masih panjang dan Mourinho tentu membutuhkan seluruh pemainnya. Tetapi Güler telah memberikan alasan kuat bagi sang pelatih untuk mempertahankan formula tersebut. 

Jika pemain berusia 21 tahun itu terus menghasilkan peluang dan membantu Mbappé serta Bellingham seperti sekarang, Mourinho akan memiliki alasan yang semakin sulit untuk mengubahnya.

Bagi Diomande, persaingan tersebut jelas menjadi tantangan besar. Sementara bagi Madrid, munculnya Güler sebagai false winger/playmaker dari sisi kanan justru menjadi kabar menggembirakan. 

Mourinho mungkin belum menemukan posisi klasik untuk sang pemain Turki, tetapi ia tampaknya sudah menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan bakatnya.


 

0 Response to "José Mourinho temukan posisi terbaik Arda Güler, Yan Diomande terancam"

Posting Komentar