Korban ganasnya Marselino Ferdinan jadi pelatih dadakan di Piala Dunia 2026, bertekad tumbangkan Jepang
Pelatih yang pernah menjadi korban Marselino Ferdinan yakni Herve Renard menjadi nakhoda dadakan di Piala Dunia 2026.
Renard menjadi korban Marselino Ferdinan saat melatih Arab Saudi, di mana Timnas Indonesia bisa menang 2-0 atas timnya pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (19/11/2024).
Marselino Ferdinan mencetak dua gol Timnas Indonesia.
Herve Renard beberapa hari lalu telah resmi ditunjuk menjadi pelatih Timnas Tunisia pada Selasa (16/6/2026).
Renard menggantikan peran Sabri Lamouchi yang didepak dari kursi pelatih kepala Tunisia.
Lamouchi dipecat pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.
Ia didepak setelah memimpin Tunisia melawan Swedia di Estadio BBVA, Monterrey.
Pada laga itu, Tunisia kalah telak dari Swedia dengan skor 1-5.
Kekalahan telak itu nampak menjadi alasan pergantian pelatih Tunisia.
Kini Renard memiliki tekanan besar di pundaknya untuk membawa Tunisia meraih hasil positif dalam sisa pertandingan di Grup F Piala Dunia 2026.
Pertandingan selanjutnya Tunisia ialah melawan Jepang yang digelar di Estadio BBVA, Minggu (21/6/2026) pukul 11.00 WIB.
Praktis Renard memiliki waktu terbatas bersama Tunisia untuk melawan Jepang yang sukses menahan Belanda dengan skor 2-2.
Namun pelatih asal Prancis itu tak akan mencari-cari alasan.
Dirinya langsung bersiap untuk meraih kemenangan pertama Tunisia di babak grup ini.
"Tidak ada alasan," kata Renard dilansir dari laman FIFA.
"Kita harus berjuang keras dan menemukan sumber daya untuk memenangkan pertandingan yang akan mengembalikan kepercayaan dan mengangkat semangat bangsa yang masih terguncang akibat kekalahan mengecewakan di laga pembuka," ujarnya.
Renard tiba di Monterrey pada 16 Juni 2026, dan menyampaikan kata-kata motivasi untuk membangkitkan semangat.
Kapten Tunisa Ellyes Skhiri menilai kedatangan Renard sebagai pelatih baru mereka memberikan tambahan energi.
"Dia membawa energi dan pola pikir yang berbeda," ujarnya.
"Kami mengikuti arahannya, karena ini tentang apa yang terbaik untuk tim," kata gelandang Eintracht Frankfurt itu.
Lebih lanjut, Renard hanya fokus bagaimana membawa Tunisa melawan Jepang.
Ia tidak tertarik dengan kemenangan bersejarahnya saat membawa Arab Saudi menang 2-1 atas Argentina di Piala Dunia 2022 di Qatar.
"Saya tidak tertarik pada masa lalu, hanya pertandingan berikutnya melawan Jepang," katanya.
"Saya bahkan tidak fokus pada pertandingan ketiga [melawan Belanda]. Pertandingan kedua ini sangat penting. Kita harus tetap bersatu, bekerja sebagai tim, dan menunjukkan tekad serta fokus," ujarnya.


0 Response to "Korban ganasnya Marselino Ferdinan jadi pelatih dadakan di Piala Dunia 2026, bertekad tumbangkan Jepang"
Posting Komentar