Penjual donat bongkar SPPG yang mark up harga dari UMKM: Punya dapur gede, kenapa gak bikin sendiri?
Sebuah curhatan dari seorang penjual donat mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan itu memuat keluhan tentang tawaran kerja sama dari pihak SPPG yang dinilai terlalu menekan harga pelaku usaha kecil.
Curhatan tersebut diunggah oleh akun bernama @djoeragan_donat, yang membagikan tangkapan layar percakapan pesanan donat dalam jumlah besar namun dengan harga yang dianggap tidak masuk akal.
Alih-alih menerima pesanan besar itu, sang penjual justru memilih menolaknya. Ia merasa harga yang ditawarkan terlalu rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi maupun nilai usaha UMKM.
Curhatan Pedagang: Harga Terlalu Murah
Dalam caption unggahannya, penjual donat tersebut mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola pemesanan yang ia terima dari pihak yang disebut sebagai SPPG.
Ia menuliskan:
“Satu dari sekian chat dari SPPG yang aku ga pernah nanya dari SPPG mana tapi rata2 sama aja, mau pesen ini dengan harga segini. Langsung ku tolak. Donat dibawah dua ribu?? Kenapa nggak bikin sendiri aja?" tulisnya dikutip TribunTrends, Rabu, 11 Maret 2025.
Ungkapan tersebut mencerminkan kegelisahan pelaku usaha kecil yang merasa posisi tawar mereka sangat lemah ketika berhadapan dengan pemesan berskala besar.
Pesanan Ribuan Donat dengan Harga Rp1.700
Dalam tangkapan layar percakapan yang dibagikan, terlihat seseorang menghubungi penjual donat untuk menanyakan kemungkinan memesan dalam jumlah besar.
Isi chat tersebut berbunyi:
“Mba”
“Kalau pesan donat banyak untuk Rabu bisa? Tapi harga 1700”
“2475 pcs”
Pesanan yang diajukan tidak sedikit. Totalnya mencapai 2.475 donat untuk satu kali pengiriman.
Namun harga yang ditawarkan hanya Rp1.700 per buah, angka yang menurut penjual jauh di bawah harga produksi yang layak bagi pelaku UMKM.
Penolakan Halus dari Penjual
Menanggapi tawaran tersebut, penjual donat memberikan jawaban singkat namun tegas.
“Ngapunten gak bisa mba”
Ungkapan tersebut menjadi bentuk penolakan yang sopan, tetapi sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku usaha kecil tetap memiliki batas ketika merasa harga yang ditawarkan tidak adil.
"Gunanya apa punya dapur segede itu, peralatan komplit, personil banyak, ada ahli gizinya lagi.
Gunanya apa kalo malah beli dari UMKM dengan harga serendah-rendahnya terus kalian mark up setinggi-tingginya.” ujar penjual donat.


0 Response to "Penjual donat bongkar SPPG yang mark up harga dari UMKM: Punya dapur gede, kenapa gak bikin sendiri?"
Posting Komentar